Kamis, Maret 25, 2010

Sudah Lama Juga


Ada banyak halangan untuk menulis secara rutin di blog ini, tapi optimisme dalam hidup haruslah selalu dinyalakan, sehingga setiap kesempatan menjadi bernilai, meski sering kali kita lalai, bukan gagal.

blog menjadi sesuatu yang posistif di ranah maya ini, karena dengan adanya blog ini, maka niat-niat negatif yang disebabkan jalur koneksi ini bisa berkurang dan ditekan.

tidak ada kesalahan yang dilakukan tanpa sengaja, semua diawali oleh niat, atau kebodohan.

maka penyesalan adalah langkah memperbaiki niat dan meninggalkan kebodohan....

salam seamat selalu.....

Minggu, Januari 10, 2010

Dialog Al-Fatihah


Sebelumnya, kita dianjurkan untuk berlindung kepada Allah dari 'godaan syetan' yang terkutuk, dan memohon rahmat dan kasih sayang Allah dalam setiap amal shalih kita. 

Allah memulai al-Quran dengan surat Al-Fatihah

Quran : Segala puji bagi Allah, Rab seluruh Alam

Si Tanya : kenapa Allah harus dipuji, dan kenapa seluruh pujian hanya untuk Allah, bukankah ada banyak tuhan yang dikenal manusia, tuhan yang juga 'menguasai' alam ini, yang kemuadian mewujud dalam banyak keyakinan, agama dan ragam ibadah?

Quran : Allah adalah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang

Si Tanya : Jadi Allah adalah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang sehingga patut memperoleh segala pujian, karena tuhan-tuhan lain yang dikenal manusia tidak benar-benar menyayangi dan mengasihi manusia dan mahkluk lainnya, tapi tidakkah itu berarti masih memiliki kelemahan, karena bisa jadi kasih sayangnya melepaskan orang-orang yang berbuat dhalim dan kerusakan di muka bumi ini?

Quran : Allah adalah Penguasa pada Hari dimana setiap janji dituntut

Si Tanya : Jadi Allah tidak akan membiarkan semua kesewenang-wenangan yang ada di dunia? artinya, kasih sayangnya di duniameliputi seluruh makhluk, dan Allah memberikan janji-Nya kepada orang-orang yang beriman, dan janji itu akan ditepati seluruhnya pada hari kiamat, baik kepada mereka yang iangkar mamupun yang memenuhi amanatnya. Lalu apa yang mesti saya lakukan?

Quran : Bila kamu telah yakin, berikrarlah "Kepada-Mu, Allah, kami mengkhususkan janji kami dan hanya kepada-Mu, Allah, kami memohon pertolongan dalam mengemban agama ini"

Si Tanya : Ya, saya telah yakin, lalu bagaimana saya meminta pertolongan kepada Allah?

Quran : Berdoalah "Tunjukilah kami jalan yang benar, ya Allah!"

Si Tanya : Ya, tapi seperti apakah gamabaran 'Jalan Yang Benar' itu? karena banyak orang yang mengaku dirinya benar.

Quran : Jalan Yang Benar Itu adalah seperti jalannya orang-orang yang beroleh nikmat dan karunia dari Allah, bukannya jalan mereka yang mendapat murka-Nya, dan bukan pula jalan mereka yang sesat

Si Tanya : Bagaimana saya bisa mengerti ciri-ciri orang yang beroleh nikmat dan karunia dari Allah? dan bagaimana pula saya bisa menghindari murka-Nya, serta dijauhkan dari kesesatan?

Kebenaran hanyalah milik Allah, sedangkan kita hanya berosaha memperoleh taufiq-Nya. kalo masih penasaran, lanjutkan ke ayat-ayat berikutnya!

Senin, Desember 21, 2009

Doa itu Senjatanya Orang Beriman


Awalnya saya hendak menulis tentang kesan saya ketika salah seorang pengurus di KONI Aceh 'menyesalkan' saya yang selama ini berlatih Aikido yang tidak dipertandingkan. Menurutnya, bela diri itu mesti ada prestasinya, seperti Karate, Pencak Silat, Taekwondo, dan Judo yang hendak saya pelajari.

Tapi pertanyaan itulah yang kemudian menggelitik saya untuk bertanya, apasih bedanya, belajar bela diri (self-defense), seni bela diri (martial-art) dan olah raga prestasi (sport-fighting)?

Mungkin, kalo bela diri (self-defense) ya sekedar untuk mengamankan diri sendiri dan orang lain dari ancaman-ancaman fisik, ya kalo sudah bisa aware dengan kondisi sekeliling, dan memiliki seperangkat teknik yang efektif dipake di jalanan, sudah okelah.

Tapi, kalo yang sport-fighting, mungkin harus jadi juara, tidak masalah berapa gaya dan teknik yang dikuasai. apakah efektif untuk bela diri atau tidak, itu mungkin diluar diskusi, mengingat aturan dalam pertandingan yang cenderung mengutamakan keselamatan atlit. Ya, tapi gaungnya memang keren.....

Nah, yang terakhir, martial-art ini bicara tentang seni, hobi, filosofi, dan pencarian jati diri. Jadi tidak semata banting, kunci, dan pukul-tendang saja. Inilah yang menjadikan saya 'bertahan' dalam berlatih. Kita belajar tentang kelemahan dan kekuatan manusia, dan akhirnya belajar mencari jawaban untuk apa semua ini?

Tapi saya sendiri merasa, bahwa ketiga hal di atas akan sangat baik bila bisa dimiliki, dan itu mungkin salah satu alasan saya bergabung dengan teman-teman yang sedang 'menghidupkan' judo di Aceh.

Nah, hubungannya dengan judul di atas adalah, bahwa pembelaan diri yang paling baik bagi seorang mukmin adalah kepasrahannya kepada Allah SWT. Sehebat apapun ilmu, wawasan dan teknik kita, tentunya hanya Kehendak Allahlah yang berlaku bagi kita semua.