Kamis, Desember 03, 2009

Merambah Judo


Dari sulu saya memang sudah tertarik dengan judo, tentunya dari bacaan dan tontonan di internet. setelah sekian lama menunggu, akhirnya, berdekatan dengan pelaksanaan ujian kenaikan Kyu Aikido di Banda Aceh, dikukuhkanlah pengurus provinsi PJSI (Persatuan Judo Seluruh Indonesia) di Aceh oleh Bapak Kasad, George Toisutta selaku ketua umum PB PJSI Pusat, tepatnya tanggal 19 November 2009.

setelah mencari informasi ke sana ke mari, akhirnya diperoleh keterangan bahwa Judo ini sementara masih difokuskan kepada para prajurit TNI, dan pelatihan dipusatkan di Bataliyon 112 Japakeh, Mata Ie, Aceh Besar.

Dengan memberanikan diri, saya mencoba menghubungi pengurus sekretariat provinsi (Bapak-bapak Perwira Yang terhormat dan bersahabat) untuk bergabung dan ikut belajar bersama. Akhirnya saya bertemu dengan Bapak Arsyad (orang Makasar) yang melatih mereka, kebetulan tinggal di wisma yang tidak jauh dari kantor tempat saya bertugas.

Setelah mendapat ceramah secukupnya (beliau adalah orang yang ahli agama disamping sebagai guru judo), saya diajak untuk ikut melihat-lihat latihan mereka. dan semalam, saya cuma bisa gabung sampe pemanasan saja, dan selebihnya melongo melihat mereka berlatih.

masalahnya, karena stamaina saya yang terbatas, dan belum ada pasangan sesama pemula untuk diajak berlatih. ya sudah, setidaknya rasa penasaran saya sudah mulai terobati.....

Minggu, November 15, 2009

Awas, Jangan Seperti Jepang


Ketertarikan saya pada beladiri jepang, aikido, mendorong saya untuk mengetahui serba sedikit tentang budaya dan perkembangan masyarakat Jepang.

Jepang yang kita kenal di negeri ini antara lain diwakili oleh image sebagai penjajah pada perang dunia kedua, negara matahari, film tentang ninja dan samurai, kemajuan teknologi, dan seni bela diri.

Nah, jepang rupanya juga terkenal dengan kebobrokan moralnya (pornografi), bahkan isu tentang artis jepang yang akan main film di Indonesia, semakin mengukuhkan image tersebut.

Sebagai sesama negara asia, kita perlu belajar dari pengalaman orang jepang, bahwa tanpa disadari, mereka terlalu 'buru-buru' untuk maju sehingga 'lupa' memakai pakaiannya secara lengkap.

Kita ingin maju secara teknologi, ekonomi, bahkan militer. tapi kita tidak bolehmelepaskan 'pakaian' kita begitu saja. Saatnya agama dijadikan pedoman, pegangan, dan petunjuk dalam menuju bangsa yang mandiri, kuat, makmur dan bermartabat.

perlahan tapi pasti, kita digiring untuk mengikuti 'mereka' ke lubang tikus. Waspadalah, mungkin kita hanya akan menjadi pakan bagi 'tikus-tikus'.

Sekali lagi, jangan seperti jepang, tapi jadilah bangsa yang beriman dan mandiri, meski lambat, tapi kita pasti memperoleh yang terbaik di dunia dan akhirat.

Semoga bermanfaat hendaknya. Aimin

Kamis, Oktober 29, 2009

Niat Haji

Assalamualaikum Wr. Wb.

sudah lama saya tidak mengupdate blog ini, ada banyak alasan, disamping kesibukan bekerja, kelalaian pribadi, juga karena faktor FaceBook. Karena sering update status di facebook, hampir saja saya lupa dengan blog ini.

Meskipun sudah haji sebelumnya sebagai petugas, saya rasa masih ada tanggungjawab saya untuk menemani istri ke tanah suci, disamping belajar menabung untuk haji, sebagaimana layaknya jamaah biasa.

Saya dapat pelajaran dari seorang senior di kantor yang berangkat haji tahun ini. Pak, tolong doakan semoga saya bisa kembali ke tanah suci sekalian menemani istri menjalankan ibadah Haji, pinta saya kepada beliau. Kamu sudah nabung? beliau balik bertanya. Belum, pak, jawaban saya.

Kamu nabung dulu, mantapkan niat, barulah doa saya berarti, lanjut senior saya tersebut. Ya.... dan ternyata ada banyak orang yang berdoa/berharap bisa menunaikan ibadah haji, tapi tidak pernah mecoba memulainya dari yang sedikit dan sederhana, selalu ngeluhnya belum ada panggilan atau duitnya belum terkumpul cukup banyak.

Saya terharu, ketika di salah satu televisi swasta ditayangkan profil seorang bapak yang melaksanakan haji dengan modal tabungannya selama 16 tahun, yaitu Rp. 3.000,-/hari.

Subahanallah, bukankah kita lebih mampu dari bapak tersebut........????

Kebetulan, karena saya seorang PNS yang gajinya tiap bulan ditrasnfer via rekening di BRI cabang Banda Aceh, maka saya mengambil jalan 'mudah', yaitu membuka rekening haji pada bank yang sama, dan minta tolong diautodebet setiap bulannya ke rekening tabungan haji saya.

Estimasinya sih baru bisa dapat porsi 10 tahun lagi, tapi setidaknya, langah ini telah saya mulai dan insya Allah, akan tuntas dengan pertolongan Allah SWT.

Ayo, tunggu apa lagi???? nabung dari sekarang kalo memang punya niat ke tanah suci.....!